Pages

Saturday, May 21, 2011

Jangan bersedih...

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui”.

(al-Ankabut :64)

10 comments:

insan biasa said...

Kita sebagai insan, hanya ada USAHA... Semua yang lainnya adalah menjadi rahsia ALlah. Apa yang diberikan kepada hamba pilihannya, adalah yang terbaik buat hambanya itu. Sesungguhnya, Dialah Yang Maha Mengetahui akan segala hikmahnya disetiap kejadian...

Syukur dan redho!

Tebolah said...

stuju dgn Insan Biasa.

PS:sdg menggunekn lampu cahaye dri USB hohoho XD

kakak Tebolah said...

senyum...
tak perlu kata apa2 (aaaaaaa)
senyum...
tak perlu kata apa2 (aaaaaaa)

aaaaa....aaaaa....aaaaa

insan biasa said...

hmmm...

Anonymous said...

baru ku tau sape gerangan tebolah ni...hehe...

wjs said...

Salam, Selamat pagi n good morning...

Kn said...

wsalam good night selamat malam

Kn said...

selamat berkhurusus ayoh =)

kb said...

tq2

Tebolah said...

yeeee....sayelah tebolah!!!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

BICARA AGAMA

Popular Posts

uwais al qarni…

engkau hanya seorang insan biasa
dari kalangan bani yaman
disisimu tiada punyai nama
pangkat darjat mahupun kedudukan

setianya umar ali menanti satu harapan
kerna mengharap pengampunan
seperti mana yang telah dikhabarkan
oleh utusan rasul junjungan

keadaanmu dipandang hina
kerna berpakaian serba kedhaifan
namun begitu kau sentiasa melemparkan
pandanganmu ketempat sujudmu

wahai uwais.. kekasih allah
sunyinya namamu di dunia
tetapi terkenal namamu disana
sehingga rasul menyintaimu

beruzlah dirimu dari manusia
kerna ingin mengabdikan padanya
bagimu merasa aman bersamanya
bagaikan alam adalah dirinya…

Ya Allah,
malam hanya terasa indah
apabila berbisik denganMU,
siang hanya terasa indah
apabila mentaatiMu.

Tiada kelazatan dunia
kecuali dengan menyebut namaMU,
Dan akhirat tidak terasa indah
kecuali dengan beroleh kemaafan dariMu.

Juga syurga tidak terasa indah
kecuali dapat melihat-MU

munajat Yahya bin Muaz Ar-Razi