Pages

Saturday, July 16, 2011

Malam Nishfu Sya'ban

BUKU CATATAN BARU
Hari Nisfu Sya'aban adalah hari dimana buku catatan amalan kita selama setahun diangkat ke langit dan diganti dengan buku catatan yang baru.

Catatan pertama yang akan dicatatkan dibuku yang baru akan bermula sebaik sahaja masuk waktu maghrib, (15 Sya'aban bermula pada 14 hb Sya'aban sebaik sahaja masuk maghrib). Dan ianya berterusan dicatat segala perihal yang dilakukan... berhati-hatilah semasa melakukan sesuatu, dan sentiasalah INGAT akan wujudnya buku catatan ITU...

Mohonlah doa
kepada Allah di malam yang mulia ini supaya kita,
1. Diberkati akan umur kita dalam taat kepadaNYA
2. Diberi rezeki yang halal
3. Ditetapkan dalam iman dan Islam sehingga akhir hayat

Pak Su - 9.50 pagi,
14 Sya'ban 1432
16 Julai 2011



MALAM NISHFU SYA'BAN
Sebagian ulama menyebutkan bahwa malam nishfu sya’ban memiliki banyak nama, dan sudah menjadi maklum bahwa banyaknya nama menunjukkan kemulyaan yang mempunyai nama itu. Bahkan al Imam Abul Khoir Ath Thaliqani menyebutkan tidak kurang 22 nama nishfu sya’ban, diantaranya :

Lailatul Mubaarokah (Malam keberkahan)
Artinya malam itu sendiri memiliki keberkahan, atau karena makna dan rahasia yang terdapat didalamnya atau karena dekatnya malaikat kepada manusia pada malam itu.

Lailatul qismah (Malam pembagian)
Yaitu pembagian rizqi dan penentuan takdir yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT, sebagaimana yang diriwayatkan dari ‘Atho’ bin Yasar, beliau berkata:

“Jika tiba malam nishfu sya’ban malaikat maut menghapus setiap nama orang yang ditakdir akan mati pada sya’ban itu sampai sya’ban yang akan datang, dan sesungguhnya seseorang berbuat kedholiman dan kekejian atau menikahi wanita atau menanam pepohonan padahal namanya telah dipindah dari (catatan) golongan orang-orang yang hidup ke dalam (catatan) golongan orang-orang mati dan tidak ada malam yang lebih mulia setelah malam Lailatul Qadr daripada malam nishfu sya’ban”

Lailatut Takfiir (Malam pengguguran dosa)
Al Imam Taqiyuddin As Subki RA menyebutkan dalam tafsirnya bahwasanya malam nishfu sya’ban menggugurkan dosa selama setahun dan malam jum’at menggugurkan dosa sepekan dan malam lailatul qadr menggugurkan dosa seumur hidup.

Lailatul Ijaabah (Malam pengabulan doa)
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar RA, beliau berkata :

“Terdapat lima malam yang tidak akan tertolak doa ( si hamba ), yaitu malam jum’at, awal malam bulan rajab, malam nishfu sya’ban, malam lailatul qadr dan dua malam hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha).

Lailatu ‘iidil malaaikah (malam hari raya malaikat)
Al Imam Abu Abdillah Thohir bin Kuhammad bin Ahmad al Haddadi ra menyebutkan dalam kitabnya ‘Uyuunul Majaalis :

“ Sesungguhnya para malaikat di langit mempunyai dua hari raya sebagaimana kaum muslimin, adapun hari raya malaikat adalah malam nishfu sya’ban dan malam lailatul qadr sedangkan hari raya muslimin adalah idul fitri dan idul adha. Hari raya malaikat malam hari karena mereka tidak tidur, jadi siang dan malam sama di hadapan mereka, sedang hari raya muslimin pada siang hari karena malam adalah waktu mereka tidur dan beristirahat “.

Lailatusy Syafa’ah (Malam pemberian syafa’at)
Nama ini diberikan oleh al Imam Abu Manshur Muhammad bin Abdillah al Hakim an Naisaaburi dan ulama lainnya.

Lailatul Baraa ah (malam pembebasan)
Yang dimaksud adalah dibebaskan dari neraka Allah, yang demikian ini diberikan kepada mereka yang melaksanakan hak-hak Allah dan melaksanakan kewajibannya sebagai hamba Allah.

Lailatut Ta’dziim (malam kemulian)
Nama ini diberikan oleh Taqiyuddin as Subki ra dalam tafsirnya.

Lailatul ghufraan wal ‘itq minan niiraan
malam pengampunan dan pembebasan dari neraka)

Keterangan ini disebutkan dalam kitab Tuhfatul Ikhwan yang ditulis oleh as Syeikh Syihabuddin Ahmad bin Hijazi Rahimahullah.

Dengan keterangan diatas kita dapat mengetahui betapa agung malam nishfu sya’ban itu. Sehingga ketika kita sudah mengetahui kemuliaannya maka hendaknya kita mempergunakan kesempatan umur dengan banyak beribadah pada malam ini, entah dengan sholat, dzikir, sholawat atau doa-doa yang biasa dibaca oleh kaum muslimin. Doa-doa itu ditulis oleh ulama pendahulu kita agar dibaca guna memulyakan dan menyemarakkan malam nishfu sya’ban sehingga umur dan waktu kita tidak berlalu begitu saja. Dan di dalam semua itu terdapat fadhilah dan pahala yang besar.

Wallahu A’lam
sumber : http://albakriah.wordpress.com

1 comment:

Ayah said...

Jangan biarkan daawat merah pada buku catatan baru berterusan, jika pun ada cepat2 mohon keampunanNYA.

kita manusia,
tidak sunyi daripada melakukan kesalahan...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

BICARA AGAMA

Popular Posts

uwais al qarni…

engkau hanya seorang insan biasa
dari kalangan bani yaman
disisimu tiada punyai nama
pangkat darjat mahupun kedudukan

setianya umar ali menanti satu harapan
kerna mengharap pengampunan
seperti mana yang telah dikhabarkan
oleh utusan rasul junjungan

keadaanmu dipandang hina
kerna berpakaian serba kedhaifan
namun begitu kau sentiasa melemparkan
pandanganmu ketempat sujudmu

wahai uwais.. kekasih allah
sunyinya namamu di dunia
tetapi terkenal namamu disana
sehingga rasul menyintaimu

beruzlah dirimu dari manusia
kerna ingin mengabdikan padanya
bagimu merasa aman bersamanya
bagaikan alam adalah dirinya…

Ya Allah,
malam hanya terasa indah
apabila berbisik denganMU,
siang hanya terasa indah
apabila mentaatiMu.

Tiada kelazatan dunia
kecuali dengan menyebut namaMU,
Dan akhirat tidak terasa indah
kecuali dengan beroleh kemaafan dariMu.

Juga syurga tidak terasa indah
kecuali dapat melihat-MU

munajat Yahya bin Muaz Ar-Razi